Proud to be your daughter... ** Aku melihat bagaimana cara kalian menjalani kebersamaan ini. Aku juga mengetahui bagaimana badai pernah mencoba memporak-porandakan kalian; namun tlah mampu kalian enyahkan. Tak ada yang lebih berharga bagiku kecuali menyaksikan kalian berbahagia. ** Aku tahu, betapa kalian ingin menjadikan kami buah hati yang paling beruntung sedunia. Menjadi kebahagiaan kalian dan penerus kebanggaan. ** Selamat ulang tahun perkawinan yang ke 27 ya Bapak dan Ibu... ** Semoga Allah senantiasa memberikan berkah kesehatan, keselamatan, kebahagiaan dunia dan akhirat.. Kelak, agar nanti dapat kalian didik anak-anak kami dengan cintamu... ** We love you much... **
Mempersiapkan yang terindah... ** # 1 Kupilih warna putih, karena akan memberikan kesan anggun yang menawan ;) Papap pun menyetujuinya.. Cihui! Cuma ada beda dikit di bagian model kerah nya... Awalnya pingin dibikin kotak, tapi motif bahannya gak memungkinkan, so dibikinlah model V dengan sedikit lebar... hehehe... ** # 2 Warnanya hampir mirip, pink agak tua gitu... Uhm, pasti ada yang ngerasa? :P Tapi, berhubung penjahitnya nggak punya mesin yang besar, so ga bisa deh dengan model yang sama persis... Akhirnya, modelnya memang kayak yang ada di gambar, tapi pas ada tempelan bahan lainnya itu, rencananya akan dijahit dikit, trus nantinya bisa dibikin pita ke belakang :) Hm... tak sabar rasanya... hehe... ** Awalnya pingin ngejahit di Prima Moda, tapi pas nanya-nanya, ongkosnya bisa mahal banget euy! Jadi, berhubung ini kebaya belum sampai pada tahapan yang "penting banget", hehehe... aku berbelok arah dan nyari penjahit lainnya. Tarraa! Ketemulah sama penjahit yang direkomendasikan oleh mas Adhit... Ini Putri Tailor ;) Dan ternyata ongkosnya jauh lebih efisien... :) ** Prima Moda, nanti saja yaa kami order yang selanjutnya! ;) ** Papap, makasi udah bersabar hati nemenin akuuu... muter-muter dan bahkan sampai pake GPS :P ** Mari turunkan berat badan demi kebaya yang cantik nan rupawan! :D **
Sebab Tuhan mencintai kita- lebih dari yang kita perlu... ** Mita- aku dan dia setiap hari memang ada di satu kantor yang sama. Satu gedung yang sama. Satu direktorat yang sama. Tapi berbeda tim, berbeda lantai. Selayaknya gampang kan untuk bertemu? Nyatanya tidak... setiap hari kami hanya bertemu melalui Gtalk, berbicara dan berdiskusi tentang ini itu... tapi hanya sesekali menyinggung tentang kerjaan.. :P ** Sadar gak Mit? Obrolan lebih seru pas ketemu di Gtalk, ketimbang kalu kita ketemu langsung... hehehe... ** Kamu bilang, aku ini jauh lebih keras kepala dan ngeyelan- bila dibandingkan dengan Adeth yang masih bisa kamu tangani :P ** Thanks a bunch yaa... Aku suka kaos lombok ijonya... :) ** Love you! **
Hm… Udah 7 kali ini yah aku ngucapin selamat ulang tahun buatmu?
Itu berarti, sudah 7 tahun lamanya kita bersahabat…
**
Dear manisku,
Selamat ulang tahun yaa… Semoga semakin suka untuk pergi ke salon! Ups, hehehe… Barokallah, sayangku… Allah yang akan senantiasa melimpahkan berkah untukmu :) Termasuk dia yang menjadi kekinian dan yang kelak menjadi milikmu
**
Hei, be happier yah!
Semoga makin sayaaaanggg sama akuu! :P
**
Tau tidak?
Aku suka melihat kamu mengenakan kerudung itu… Lebih cantik dari yang biasanya :) Manis, semoga hidupmu semakin manis yah…
**
Banyak doa indah yang ada di hatiku- sungguh… dan aku yakin Tuhan telah mendengarnya… I love you muach, Manis…
**
Mama Cicin, selamat yaa! Ayo makan yang banyak, jangan sampai kecapean... Semoga kelak, bebi nya itu cowoookk! Hihihi...
Dan auntie pasti akan menyayanginya sepenuh hati... ** Untuk sang calon Ayah: good job, brotha! :P ** Mama Cicin, take a good care yaa... ** Love you... **
Sahabat adalah harta yang tidak ternilai harganya... ** Awalnya karena obrolan yang ngalor ngidul di Facebook olehku dan Gotta, tapi barusan malah jadi sesuatu yang menyenangkan. Hehehe. Karena Si seksi bukanlah Inem Pelayan Seksi dan Si manis bukanlah Si Manis Jembatan Ancol. Bakal lebih seruuu kalu rame-rameee! Hihihi... Lalu bergulirlah nama berikutnya menjadi Imut, Lezat, Semok, Bohay dan Mungil... ** Hayooo... Siapa yang menjadi siapa cobaaa? :P ** Ladies, mari hidup bahagiaaaaa!!! :) **
** Andai aja aku memiliki pantai pribadi, hahaha... Yuk ah, mulai bercerita tentang akhir pekanku yang menyenangkan. Keburu lupa nanti... Soalnya ada yang pesen detailnya yah? :P ** Bayangkan... Seorang perempuan cantik dengan sackdress batik, tas rajut warna senada dengan bajunya, dateng 2 jam lebih awal dari jadwal keberangkatan. Biasa, upaya menghindari kemacetan di Jum'at sore yang suka banget nyapa Jakarta. Alhasil, makanlah dulu di CFC Terminal 3. Baru setelah itu check in, dan tralaaaalaaa! Ada lounge baru tho di Terimal 3?? Asiikkk!!! Biarpun belum selengkap lounge di terminal-terminal lainnya, ini cukup lah untuk menunggu dengan nyaman... ** Landing dengan selamat. Mandala ku mendarat dengan sangat manis. Duh, mantap banget lah pilotnya! Kamu udah nunggu di Ngurah Rai lebih dari satu jam sebelum pesawatku tiba. Papap darling, TOPBGT! Dan katamu, beberapa hari ini Denpasar sering ujan. Alhamdulillah... Malam itu cerah yah! Meskipun sempet ada titik gerimis beberapa tetes... I am home, Bali... ** Tapi, tujuan pertama tengah malam itu adalah memenuhi hasrat memakan hidangan favorit kami; gagal- warung tenda si ibu Solo itu tutup. Padahal kangen banget sama asem-asem cekernya. Uhh... ** Bercita-cita bangun pagi dan pergi ke pantai sejak dini, juga gagal. Hahaha. Sabtu siang, baru cabut nyari makan siang karena perut mulai keroncongan. Pergi ke Tahu, berbelok dari rencana awal ke Warung Nikmat, karena siang itu terik banget! Dan aku dengan sok putih cuma pake dress pendek tak berlengan. Alhasil kakiku menjadi sasaran empuk sang surya, sebab jaket pink menutup lenganku... :D Makanannya yummiee!! Seperti biasa yah, aku dan kamu pesan sooo banyak! Hihi... ** Sabtu sore ini berlanjut ke Pantai Balangan. Rute baru nih. Belum pernah ke sana. Dan jalan ke sana pun dicari via internet dan google maps. Hehehe. Begitu masuk ke jalan setelah GWK, lama-lama jalanan meliuk. Aslinya pasti dataran tinggi nih. Pantainya pasti ada di bawah. Makanya biar gak curam, ini jalan dibikin memutar. Rutenya agak panjang dan lama. Juga sepi. Tapi dengan jalan yang muluuusss karena baru itu, perjalanan jadi oke. Shogi pun membawaku bersamamu dengan pintar... ** Pantai Balangan. Here we are. Indaaahh! Sepi! Keren! Meskipun air laut lagi surut, pemandangan teteplah oke! Yuk ah darling, kita klaim ini sebagai pantai pribadi! Hahaha... Maka dengan memangkas urat malu, kita mulai sesi pemotretan! Eih, ini bukan semacam foto prewedding loh yaa... Cuma liburan singkat dua orang yang lagi pacaran. Ups, liburan juga bukan si, lha ini sering dilakukan kok. Hehe. Dan inilah peralatan yang terbawa. Tripod, Marunita, kain bali buat alas tempat duduk, chitato, jeruk, teh kotak, kacang mayasi... Ahay! Ini sih namanya piknik! Cihuuuiii! Satu per satu foto berhasil diciptakan, mengabaikan bule-bule yang lagi seru mainan di belakang sana, sambil memperhatikan detik per detik matahari ingin kembali ke peraduan... ** Malam minggu, Bali sempet diguyur ujan. Jadilah keluar makan malam menjelang pukul 11 malam. Hm... Apa yah? Ternyata Ampera buka 24 jam setiap hari. Yess! Masakan yang aku dan kamu sukai bersama... Yummie... Kenyang... Bisa bobok dengan lelap nantinya... ** Sundae morning, kembali gagal bangun pagi. Haha. Perut lapar lah yang menjadikan perjalanan menuju ke Serangan ini diciptakan. Yuhu, ini tempat mirip pulau tersendiri sebenarnya. Tapi katamu, kemungkinan diurug dan direncanakan untuk dikembangkan. Sebuah perkampungan nelayan. Tapi karena merasa buntu dan agak bingung, akhirnya keluarlah meninggalkan Serangan. Menuju Warung Nikmat! Dan tarrrraaaa!!! Sesampainya di sana, masakannya rata-rata sudah habiiiissss. Huhuhu. Sup buntut di sini paling nikmat looohhh... Ini tempat makan memang high recommended! Warung muslim, masakan jawa, dan dijamin lezaatttt!!! Tempatnya ada di Kuta, di salah satu gang sebelum Joger... Di belakang Hotel Bakung Sari :)** Pantai Mengiat. Tujuan yang berikutnya. Celana pendek dan kaos yang semuanya berwarna merah muda membuatku merasa cantik Minggu sore itu. Pantai sedikit lebih ramai. Dan ini ada di Nusa Dua. Kebanyakan bule yang main di sini berusia separuh baya. Udah lanjut usia. Mungkin karena pantai-pantai di Nusa Dua lebih tenang, sama halnya kayak Sanur. Hm... Aku dan kamu duduk bersantai. Menggelar kain yang selalu kita bawa, yang tadi juga dual fungsi jadi penutup kakiku sepanjang perjalanan :D Tenang... Menyenangkan...** Time to go Jakarta. Fiuuuhh. Tadi, sebelumnya, pas dari Pantai Mengiat, saat melewati rute baru pas pulang, ban belakang Shogi bocor. Jadilah taksi menjadi pilihan menuju bandara. Dan ini kebiasaan yang dilakukan. Aku tittip tasku padamu, hanya dompet yang kubawa, aku masuk ke untuk check in. Setelah itu, ya keluar lagi. Kan belum jadwalnya boarding. Eh, malam itu penerbanganku delayed 1 jam! Jadwal mundur dunk jadi jam 11 malam. Olala... Masih lamaaaa. So makan malam lah dulu di Solaria. Sembari menunggu waktu. Tapi sisanya, menunggu di luar. Di selasar Ngurah Rai. Bercerita denganmu tentang ini itu. Hehehe... Selalu dan selalu... ** Dan lihat! Mereka berciuman! Dua orang WNI itu berciuman tanda perpisahan di sebelah kami. Hmm... ** Saatnya berpisah. Kucium tanganmu dan... :P ** Sampai bertemu lagi, Bali. Aku pasti kembali :) ** Darling, makasih yaa untuk traktirannya. Juga untuk kesabarannya yang tiada tara. Juga untuk... Hehehe... ** I (do) love you... **
Karena selalu menyukai setiap perjalanan yang kulalui bersamamu... **
Ini rute kami yang baru: Pantai Balangan :)Hahaha, kami mulai yah sesi pemotretan sore ini... :PDengan modal peralatan seadanya, kami berhasil menjadikan pantai ini serasa menjadi pantai milik berdua... Hahaha...
Kamu akhirnya sampai kembali di rumahku- setelah satu tahun telah berlalu. Hmm, perilaku jalan pada saat lebaran. Macet dimana-mana (kecuali Jakarta kurasa). Kamu berangkat dari Matesih sekitar pukul 07.00 WIB (aku tau kamu kesiangan bangun), menuju Jogja menggunakan sepeda motor milik Mama Nurul yang selanjutnya kamu titipkan di terminal Giwangan-Jogja. Dan bertolaklah kamu kemudian menuju ke Purwokerto menggunakan bus Raharja dalam waktu kurang lebih 7 jam. Fiuuh, itu bener-bener macet total dan membuatku makin gak sabar nungguin kamu.
Aku agak khawatir ketika kamu cerita, tak ada lagi tempat duduk kecuali di samping pak supir. Hehehe, kamu bilang seperti menjadi pemandu wisata. Darling, kamu baik sekaliiiii. Hatiku seketika melonjak kegirangan waktu kamu memberi kabar telah sampai di mulut gang rumahku. Sebentar sayang, aku jemput kamu ke sana yaa…
Aku melihatmu bahagia bisa kembali melihatku. Ah sayang… aku kangen sekali…
**
Pembicaraan dimulai. Aku lega banget saat mengetahui fakta bahwa Ibuku bersedia menjumpaimu dalam kedamaian. Tidakkah terdengar sebagai kabar gembira? Aku, kamu, Bapak dan Ibu mulai terlibat dalam cerita yang meskipun didominasi oleh Bapak- telah sanggup membuatku merasa bahagia. Darling, kuharap untukmu demikian pula…
Tahukah kamu?
Aku seneng banget pas kamu memberanikan diri mengutarakan isi hati, niat tulus dan rencanamu pada keluargaku. Atas kita. Untuk kita. Meski kutundukkan pandanganku, dalam hati aku merasa sangat tersanjung…
**
Kamu diijinkan untuk membawaku menuju ke rumahmu. Tuhan, terima kasih. Meski sempat terlibat beberapa kali selisih opini, aku dan kamu melaju menuju Matesih pada hari itu juga, satu hari yang sama di saat kedatanganmu. Yuhui, cukup aku dan kamu. Hehe, kalu adikku kan masih bisa lain waktu :P
Bus Joglosemar yang belum lama ini beroperasi menjadi tujuan kami yang pertama. Ups, udah hampir jam 6! Untung aja dianter oleh Bapak. Haha, sesampainya di sana, ternyata itu bus belum nongol juga. Selain kami, ada satu gerombol calon penumpang. Tapi setelah Bapak dan Riska pulang, kami berdua berunding. Dan memutuskan untuk menelepon taksi, menuju ke terminal Purwokerto, mencari bus dengan jadwal terdekat. Kenapa? Karena si Joglosemar belum jelas akan datang jam berapa. Huhu.
**
Berhasil. Kami mendapatkan bus Raharja masih terparkir manis di tempatnya. Dan mendapati tempat duduk yang sempurna. Perjalanan segera dimulai. Kami bersiap menjemput restu…
Mulai dari tak hentinya saling mengucapkan terima kasih, beradu jempol, bermain “gunting, batu, kertas” sampai dengan bercerita dengan hati yang tenang, semua kami lakukan dengan bahagia. Inilah malam kami. Malam yang panjang bagi kami berdua, berbeda dari yang sebelumnya pernah tercipta.
**
Jogjakarta, Kamis pukul 12 malam kami sampai pada persinggahan kami yang pertama. Fiuh, lelah juga. Perut kami pun lapar. Mampir sebentar ke McD, kami lalu berkeliling mencari tempat penginapan. Sengaja, kami gak kasih kabar kepada teman-teman di Jogja. Tapi Jogja malam itu terlalu padat. Seluruh hotel dan losmen yang kami datang selalu tertempel “kamar penuh” di pintu atau kacanya. Hm… pantat kami terasa panas. Mata kamipun terasa mulai berair terlalu lama terkena angin malam.
**
Kami putuskan untuk pergi ke Solo, saat jam tanganku menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Wow, berarti sekitar dua jam kami berputar kota Jogja hanya untuk mencari penginapan, dan gagal. Musim liburan membuat semuanya padat. Dan kami terpinggirkan oleh keadaan.
Kamu paksakan diri mengendarai motor menuju ke Solo hanya karena gak mau melihatku terlalu kecapean. Sayangku, aku sempat menitikkan air mata ketika tahu betapa aku yakin kamu mencintaiku dengan penuh… Dan jalanan gak begitu ramai. Tapi udara dingin benar-baner membekukan diriku. Sampai kaku. Sampai sempat mati rasa. Sampai kemudian gak ngerti lagi harus gimana kecuali bertahan. Rute Jogja-Solo menjadi terasa sangat panjang buatku. Jalanan seperti gak punya ujung. Tapi hebat, kamu tetap dengan tegar dan fokus dalam kendalimu…
Satu jam kemudian, udara dini hari kota Solo menyambut kami. Berputar kembali mencari penginapan, akhirnya mas-mas di hotel (ah aku lupa namanya) berbaik hati mengantarkan kami ke hotel yang masih memiliki kamar kosong malam itu. Ah baiknya…
Seperti gak pernah melihat tempat tidur selama bertahun-tahun, aku tertidur dengan pulas menemui mimpi…
**
Kamis pagi kami bertolak menuju Matesih. Solo, Karanganyar, Matesih. Alhamdulillah, meski panas dan berdebu, kami bertahan dan sampai di rumah dengan bahagia. Keluarga sudah menanti, meski dikira baru akan tiba sore harinya.
Dan aku mencintai keluarga hangatmu itu. Ibu yang selalu ingin memelukku dengan lembut. Bapak yang meski irit bicara, juga selalu melihatku dengan mata teduhnya. Aih, Nurul yang menjadikan aku sebagai tante kesayangannya. Tuhan, aku sangat bersyukur karenanya.
Sayangnya, tak ada menginap di rumahmu saat itu. Aku harus pulang. Dan kita harus kembali melanjutkan perjalanan yang panjang ini.
**
Matesih-Jogja kami lalui dengan kembali menggunakan sepeda motor. Arus lalu lintas kamis sore itu lumayan padat. Memasuki hari dimana arus balik sudah dimulai.Gunung Merapi tampak sedang menunggu kami dengan manisnya. Dan tepatlah kami di terminal Giwangan, beberapa saat sebelum bus Efisiensi jadwal terakhir akan membawa kami menuju ke Purwokerto.
Kali ini badan jauh lebih letih dibanding kemarin. Kami tertidur hampir setengah perjalanan. Macet. Kami membutuhkan waktu kurang lebih 6 jam untuk mencapai Purwokerto. Namun perjalanan kami pun tetap terisi oleh senyum, bahagia meski sesekali terselipi oleh harapan-harapan. Dan rasa perih?
Bapakku masih menunggu pada saat kami tiba di rumahku. Dan kuberikan kamar tidurku untukmu malam itu, seperti biasanya. Selamat tidur, Sayang…
**
Keesokan paginya, aku antarkan kamu ke terminal. Bapakku pergi ke proyek pagi-pagi dan Ibuku pun telah berlalu ke kantornya. Maaf ya sayang, untuk ketidaklengkapan pagi itu. Aku ajak kamu untuk beli oleh-oleh buat Ibu dan orang rumahmu. Tempe mendoan, telur asin dan mino (mini nopia). Maaf lagi ya sayang, aku nganterin kamu pake angkot… soalnya masih gak bisa naik motor apalagi nyetir mobil.
And I really hate to say good bye… huks. Saatnya untuk kembali berada pada orbit masing-masing.
**
Lebih dari semua itu, aku berterima kasih sekali padamu. Badanku aja pegel gak karuan- apalagi milikmu? Hatiku aja campur-campur macam es campur- apalagi punyamu? Maka yang akan kulakukan adalah melanjutkan ini semua. Setelah ini. Seterusnya. Bersamamu.
Satu langkah sudah bisa kita lakukan, maka akan kita tapakkan yang berikutnya!
Kamu adalah pejuang cinta #1.
Macam yang Keenan (Perahu Kertas by Dee) bilang, inilah: “Bulan, Perjalanan, Kita”
Jangan kapok ya sayang…
I love you tidak terkira…
[sebagai bekal cerita untuk anak dan cucu, catatan singkat perjalanan Matesih, Solo, Jogja, Purwokerto, Jogja, Solo, Matesih pada 1430 H]