wibiya widget

Showing posts with label menjadi kita. Show all posts
Showing posts with label menjadi kita. Show all posts

November 07, 2009

sweet miracle

Permisi, saya curi namamu yaa...
**
Bersiap melanjutkan perjalanan, melengkapi koleksi ini yaa...
Love you muach, N...
**

October 27, 2009

tentang beda

Karena aku egois...
**
Dan hai,
Sungguh aku cuma seorang perempuan biasa
Sama sepertimu; yang pula hanya seorang lelaki biasa
**
Tapi kita sebenarnya luar biasa :D
**
Mencintaimu dengan sepenuhnya
**
Dearest you,
Jangan bosan yaa...
**
Aku; perempuanmu yang pencemburu :P
**

October 19, 2009

siang ini milikmu

karena mencintai adalah membuat keduanya berbahagia...
**
aku akan mencintaimu dengan lebih baik lagi...
sama halnya denganmu, yang selama ini telah mencintaiku dengan baik...
**

happiness is worth a fight
happiness is worth a great effort...
**
we'll belong together...
**

October 08, 2009

shift + del

Telah kujadikan hidup ini warna merah muda atas milikmu...
**
Jangan khawatir, kamu udah nggak bakalan bisa nemuin artikel itu ada di sini. Aku tahu, itu sebuah kesalahan besar. Lagi-lagi sebuah kekeliruan yang menyakitkan. Darling, I (do) love you...
Mari selalu memperbaiki apa yang mungkin tlah tercabik luka tempo hari...
**
Menjadikan cinta indah dengan sebenarnya...
**
Just hold my hand...
**

October 05, 2009

rute baru: Pantai Balangan

Karena selalu menyukai setiap perjalanan yang kulalui bersamamu...
**
Ini rute kami yang baru: Pantai Balangan :)Hahaha, kami mulai yah sesi pemotretan sore ini... :PDengan modal peralatan seadanya, kami berhasil menjadikan pantai ini serasa menjadi pantai milik berdua... Hahaha...
**
Cerita selengkapnya? Bersambung yaa... ;)
**

September 30, 2009

fly me to the love

Sentuhlah dia tepat di hatinya, dia kan jadi milikmu selamanya...
Ah, lirik lagu milik Ari Lasso ini susah dicernanya... :D

** Tau tidak?
Cara mudah untuk membuatku makin penuh mencintai adalah cuek
Yuhui, karena sejujur-jujurnya, dari dasar lubuk hatiku yang paling dalam, aku paling takut dicuekin! Hahaha... Kalu kamu, bagaimana? :P
Eih, bukannya ini jadi mirip permainan "kejar daku, kau kutangkap?" Hehehe...
Yuk ah ah aaahhh... temukan caramu sendiri yaa dalam mencintai seseorang :)

Kalu aku memang suka sekali ngambek dan cemburuan :P

Tapi dia juga nyebelin!
Um, yang ngambekan yang dikangenin, yang nyebelin yang dikangenin...
Ahay!

Fly me to the love...
**

September 29, 2009

pejuang cinta #1: long way, long story

Kami pulang menjemput restu…

Mari, kuceritakan tentang perjalanan ini…

**

Kamu akhirnya sampai kembali di rumahku- setelah satu tahun telah berlalu. Hmm, perilaku jalan pada saat lebaran. Macet dimana-mana (kecuali Jakarta kurasa). Kamu berangkat dari Matesih sekitar pukul 07.00 WIB (aku tau kamu kesiangan bangun), menuju Jogja menggunakan sepeda motor milik Mama Nurul yang selanjutnya kamu titipkan di terminal Giwangan-Jogja. Dan bertolaklah kamu kemudian menuju ke Purwokerto menggunakan bus Raharja dalam waktu kurang lebih 7 jam. Fiuuh, itu bener-bener macet total dan membuatku makin gak sabar nungguin kamu.

Aku agak khawatir ketika kamu cerita, tak ada lagi tempat duduk kecuali di samping pak supir. Hehehe, kamu bilang seperti menjadi pemandu wisata. Darling, kamu baik sekaliiiii. Hatiku seketika melonjak kegirangan waktu kamu memberi kabar telah sampai di mulut gang rumahku. Sebentar sayang, aku jemput kamu ke sana yaa…

Aku melihatmu bahagia bisa kembali melihatku. Ah sayang… aku kangen sekali…

**

Pembicaraan dimulai. Aku lega banget saat mengetahui fakta bahwa Ibuku bersedia menjumpaimu dalam kedamaian. Tidakkah terdengar sebagai kabar gembira? Aku, kamu, Bapak dan Ibu mulai terlibat dalam cerita yang meskipun didominasi oleh Bapak- telah sanggup membuatku merasa bahagia. Darling, kuharap untukmu demikian pula…

Tahukah kamu?

Aku seneng banget pas kamu memberanikan diri mengutarakan isi hati, niat tulus dan rencanamu pada keluargaku. Atas kita. Untuk kita. Meski kutundukkan pandanganku, dalam hati aku merasa sangat tersanjung…

**

Kamu diijinkan untuk membawaku menuju ke rumahmu. Tuhan, terima kasih. Meski sempat terlibat beberapa kali selisih opini, aku dan kamu melaju menuju Matesih pada hari itu juga, satu hari yang sama di saat kedatanganmu. Yuhui, cukup aku dan kamu. Hehe, kalu adikku kan masih bisa lain waktu :P

Bus Joglosemar yang belum lama ini beroperasi menjadi tujuan kami yang pertama. Ups, udah hampir jam 6! Untung aja dianter oleh Bapak. Haha, sesampainya di sana, ternyata itu bus belum nongol juga. Selain kami, ada satu gerombol calon penumpang. Tapi setelah Bapak dan Riska pulang, kami berdua berunding. Dan memutuskan untuk menelepon taksi, menuju ke terminal Purwokerto, mencari bus dengan jadwal terdekat. Kenapa? Karena si Joglosemar belum jelas akan datang jam berapa. Huhu.

**

Berhasil. Kami mendapatkan bus Raharja masih terparkir manis di tempatnya. Dan mendapati tempat duduk yang sempurna. Perjalanan segera dimulai. Kami bersiap menjemput restu…

Mulai dari tak hentinya saling mengucapkan terima kasih, beradu jempol, bermain “gunting, batu, kertas” sampai dengan bercerita dengan hati yang tenang, semua kami lakukan dengan bahagia. Inilah malam kami. Malam yang panjang bagi kami berdua, berbeda dari yang sebelumnya pernah tercipta.

**

Jogjakarta, Kamis pukul 12 malam kami sampai pada persinggahan kami yang pertama. Fiuh, lelah juga. Perut kami pun lapar. Mampir sebentar ke McD, kami lalu berkeliling mencari tempat penginapan. Sengaja, kami gak kasih kabar kepada teman-teman di Jogja. Tapi Jogja malam itu terlalu padat. Seluruh hotel dan losmen yang kami datang selalu tertempel “kamar penuh” di pintu atau kacanya. Hm… pantat kami terasa panas. Mata kamipun terasa mulai berair terlalu lama terkena angin malam.

**

Kami putuskan untuk pergi ke Solo, saat jam tanganku menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Wow, berarti sekitar dua jam kami berputar kota Jogja hanya untuk mencari penginapan, dan gagal. Musim liburan membuat semuanya padat. Dan kami terpinggirkan oleh keadaan.

Kamu paksakan diri mengendarai motor menuju ke Solo hanya karena gak mau melihatku terlalu kecapean. Sayangku, aku sempat menitikkan air mata ketika tahu betapa aku yakin kamu mencintaiku dengan penuh… Dan jalanan gak begitu ramai. Tapi udara dingin benar-baner membekukan diriku. Sampai kaku. Sampai sempat mati rasa. Sampai kemudian gak ngerti lagi harus gimana kecuali bertahan. Rute Jogja-Solo menjadi terasa sangat panjang buatku. Jalanan seperti gak punya ujung. Tapi hebat, kamu tetap dengan tegar dan fokus dalam kendalimu…

Satu jam kemudian, udara dini hari kota Solo menyambut kami. Berputar kembali mencari penginapan, akhirnya mas-mas di hotel (ah aku lupa namanya) berbaik hati mengantarkan kami ke hotel yang masih memiliki kamar kosong malam itu. Ah baiknya…

Seperti gak pernah melihat tempat tidur selama bertahun-tahun, aku tertidur dengan pulas menemui mimpi…

**

Kamis pagi kami bertolak menuju Matesih. Solo, Karanganyar, Matesih. Alhamdulillah, meski panas dan berdebu, kami bertahan dan sampai di rumah dengan bahagia. Keluarga sudah menanti, meski dikira baru akan tiba sore harinya.

Dan aku mencintai keluarga hangatmu itu. Ibu yang selalu ingin memelukku dengan lembut. Bapak yang meski irit bicara, juga selalu melihatku dengan mata teduhnya. Aih, Nurul yang menjadikan aku sebagai tante kesayangannya. Tuhan, aku sangat bersyukur karenanya.

Sayangnya, tak ada menginap di rumahmu saat itu. Aku harus pulang. Dan kita harus kembali melanjutkan perjalanan yang panjang ini.

**

Matesih-Jogja kami lalui dengan kembali menggunakan sepeda motor. Arus lalu lintas kamis sore itu lumayan padat. Memasuki hari dimana arus balik sudah dimulai. Gunung Merapi tampak sedang menunggu kami dengan manisnya. Dan tepatlah kami di terminal Giwangan, beberapa saat sebelum bus Efisiensi jadwal terakhir akan membawa kami menuju ke Purwokerto.

Kali ini badan jauh lebih letih dibanding kemarin. Kami tertidur hampir setengah perjalanan. Macet. Kami membutuhkan waktu kurang lebih 6 jam untuk mencapai Purwokerto. Namun perjalanan kami pun tetap terisi oleh senyum, bahagia meski sesekali terselipi oleh harapan-harapan. Dan rasa perih?

Bapakku masih menunggu pada saat kami tiba di rumahku. Dan kuberikan kamar tidurku untukmu malam itu, seperti biasanya. Selamat tidur, Sayang…

**

Keesokan paginya, aku antarkan kamu ke terminal. Bapakku pergi ke proyek pagi-pagi dan Ibuku pun telah berlalu ke kantornya. Maaf ya sayang, untuk ketidaklengkapan pagi itu. Aku ajak kamu untuk beli oleh-oleh buat Ibu dan orang rumahmu. Tempe mendoan, telur asin dan mino (mini nopia). Maaf lagi ya sayang, aku nganterin kamu pake angkot… soalnya masih gak bisa naik motor apalagi nyetir mobil.

And I really hate to say good bye… huks. Saatnya untuk kembali berada pada orbit masing-masing.

**

Lebih dari semua itu, aku berterima kasih sekali padamu. Badanku aja pegel gak karuan- apalagi milikmu? Hatiku aja campur-campur macam es campur- apalagi punyamu? Maka yang akan kulakukan adalah melanjutkan ini semua. Setelah ini. Seterusnya. Bersamamu.

Satu langkah sudah bisa kita lakukan, maka akan kita tapakkan yang berikutnya!

Kamu adalah pejuang cinta #1.

Macam yang Keenan (Perahu Kertas by Dee) bilang, inilah: “Bulan, Perjalanan, Kita”

Jangan kapok ya sayang…

I love you tidak terkira…

[sebagai bekal cerita untuk anak dan cucu, catatan singkat perjalanan Matesih, Solo, Jogja, Purwokerto, Jogja, Solo, Matesih pada 1430 H]

September 14, 2009

Ai

Karena cinta tak pernah lelah menanti...
Seperti kita, milik kita...
**
Suka, aku suka kado ini yang dari kamu...Kita sudah ditakdirkan untuk bersama selamanya, kau dan aku...
**

September 11, 2009

bukan pasangan biasa :D

Inilah jalan yang dipilihkan Tuhan untuk kami...
**
Sekedar bernostalgia sekaligus menjawab beragam pertanyaan yang serupa tentang kami. Yup, satu saja pertanyaan simpel: "Kalian ketemu di mana?"
Jawabannya pun gak kalah simpel, kubagi khusus kepada kalian di sini, ya, inilah awalnya...Dari sanalah kami berproses dan lalu menjadi seperti sekarang ini. Bukan pasangan biasa. Karena cerita kami berbeda. Kami tak sama.

Dan kami bersyukur karenanya...

**

September 08, 2009

love

Semoga benar bahwa cinta tak akan pernah lelah menanti...

**
Ini sebuah kisah yang masih bergulir. Kami tahu kapan memulai semua ini. Tapi tak ada jelas yang pasti, di mana nanti cerita akan tersudahi. Bahwa masih lah hati memilih untuk tetap bertahan meski dalam tipisnya harapan.

"Percaya, sayang... Yakinlah bahwa kita akan bisa wujudkan bahagia. Bersama. Aku dan kamu. "

Layaknya menunggu batu yang diharap mampu terlubangi oleh tetes demi tetes air yang dijatuhkan. Seperti itu kami akan berteguh hati meraih mimpi.

"Aku mau kamu. Aku yakin padamu. "

Dan bahwa Tuhan telah mempertemukan kita. Takdirku. Takdirmu. Takdir milik kita. Tak ada perlu untuk melangkah mundur. Tak ada iba untuk apapun bernama sesal.

Inilah hidup. Inilah cinta. Inilah kita.

"Let me be your strength, honey... "

"I love you. "

**

September 05, 2009

my favourite

Ini lebih dari sekedar tanda :)

selalu mengingatkanku padamu...

August 31, 2009

it depends on me [and you]

Girls Myspace Comments

kamu jadi gak sih menikah?
DEG! itu pertanyaan yang dilontarkan oleh temanku tadi
dan bla bla bla, sambil berjalan aku menceritakan sedikit kisahku...

hunieku, jadi gak sih kita menikah?

ironisnya, atau saking jujurnya? aku menanyakan hal serupa kepada dia malam ini
kan aku menunggumu...
jawaban singkat yang kuperoleh jelas dari bibirnya
maksudnya?
aku seketika menjadi bertambah duduls
ya tergantung padamu...
begitulah yang kemudian dia katakan kepadaku

dan akhirnya aku berpikir... berpikir dan berpikir...
sampai tersadar bahwa kembali lagi aku gak mampu menahan air mataku
sorry hunie, I just couldn't stop it...

benar bahwa ini semua tergantung padaku
dan tentu saja pastilah benar juga bahwa ini seluruhnya pun menjadi bagianmu
karena tak lagi ada aku dan kamu
karena telah lama cinta mengubahnya menjadi kita

maafkan, jika aku membuatmu lama menunggu...


August 29, 2009

katamu dan aku

MyHotComments.com

kata
mu : cinta bikin kita bego
kataku : kangen bikin kita duduls
kata kita : cinta tak akan lelah untuk menunggu...

August 27, 2009

lagu untuk Phoebe

- Phoebe, Xexe dan Ringgo -

Lovely Phoebe

aku Phoebe, papap temanku
aku ingin dipeluk, aku ingin dicium
setiap hari

seperti pada mama midori, papap sayang padaku...

mama midori di sana, juga sayang aku... uu.. uu...

aku Phoebe, sayang padamu
oh papap mamamku...

lagu ini mungkin sedikit maksa, tapi beneran deh, kami menikmatinya seriang mungkin saat menyanyikannya...
lucu dan menyenangkan!
sekali lagi, ini salah satu cara untuk memaknai setiap detik yang berharga dalam hidup kita...
bukankah bisa dimulai dari hal yang keliatan simpel?
bahkan a silly thing? :D

mulai sekarang, jangan pernah ragu untuk menyisihkan sekedar sedikit waktu...
untuk melakukan apapun yang ingin kamu lakukan... :)

August 26, 2009

berlatih :)

senangnya, malam ini bisa kembali ketemu sama Papap, meskipun cuma melalui baris-baris tulisan yang menari di layar Midori-ku. skype kali ini nggak kami gunakan untuk ber-video call ria. soalnya Papap malam ini lembur, bahkan sampai dengan besok malam pun demikian. baiklah, tak apa... bukankah itu memang tanggung jawabmu? sesuatu yang sebaiknya diselesaikan dengan sebaik mungkin... :)

dan sebentar terpikirkan, mungkin ini yah salah satu untungnya pacaran? hehehe... :D

maksudku, menjadi berlatih. menunggu suami pulang. menemani suami lembur. yaaahhh, biarpun tetep aja, yang namanya lembur itu gak bagus- sesekali aja si bisa mendapatkan pengecualian kalu memang bener-bener diperlukan. tapi hal penting yang ingin aku bagi di sini adalah saat dimana aku menjadi berlatih itu. berlatih untuk bersabar dan memahami dia. bahwa sebuah hubungan memiliki tujuan untuk membuat keduanya berbahagia. merasa lengkap. mendapatkan dukungan dan semangat. bener kan?

maka aku temani kamu malam ini, sayangku. sama seperti yang telah lalu. bukankah ini pun demi masa depan kita? sesuatu yang tak hanya kamu yang harus mengupayakannya... melainkan beserta aku di dalamnya.

yuk ah berlatih... membiasakan diri...
kurang lebih beginilah pasti rasanya menjadi istri seorang Arsitek... :)
hm, I love it anyway...

kalu tiba-tiba bosen dengan kerjaanmu itu, kita nyalakan video call kita, hunie... :-*

August 25, 2009

setelah tarawih kita bercinta :D


malam ini terpaksa deh aku libur. padahal sudah siap dengan Midori dan Camie. siap bercinta denganmu, Papap. huhuhu... malahan suhu udara di Margareth River mampu mengalahkanmu. kedinginan. dan akhirnya ketiduran deh...
iya iya, gak papa...
besok malam jangan lupa yaa...
setelah tarawih kita bercinta :)

August 20, 2009

jika ingat

hmm... kok rasanya hati berdesir yaa? setiap kali tiba-tiba ingat bahwa kamu pernah mencintai orang lain? mungkin kamu pun pernah demikian? hhhh... sangat menyebalkan ternyata...

dan satu-satunya yang sebaiknya dilakukan adalah belajar untuk memahami... bukankah memang telah menjadi sesuatu yang pasti bahwa setiap hati memiliki cerita lalu?

berkompromi dengan masa lalu...
malam ini telah kulakukan itu...

August 11, 2009

thank's for the trip

bukan tentang kemana
melainkan dengan siapa :)


karena itu kamu, maka aku begitu menyukainya
naik motor, pantai, pasir putih, sinar matahari, angin, tertawa, makan enak, hadiah
dan
KAMU! :)

thank's for the trip, Papap...

July 29, 2009

antara Jakarta dan Perth

" bukan aku yang pergi kok, Mam... "

ternyata, gak lama kemudian, ada pesan lagi yang kuterima melalui hape-ku...

"hun... jadinya aku yang pergi ke Oz... "

olala... benarlah firasatku kejadian... huhuhu...
jujur si, seneng dan bahagia campur jadi satu yaa...
seneng karena papap bisa menimba banyak ilmu lagi di sana... karena papap dipercaya mampu menyelesaikan proyek di sana dengan baik... dan juga karena papap nantinya bisa bawa duit yang lebih banyak... hihihi, nggak ding, becanda ko papap...

tapi sedihnya...
kok jadwal perginya kemungkinan pas banget dengan tanggalku...
huhuhu, jadi deh bakalan ditinggal untuk satu bulan... yeah, memang cuma satu bulan, hanya saja, kesian juga kan kalu papap musti adaptasi lagi di sana...
pas bulan puasa... pas aussie lagi musim dingin... duuuuhhhh...

pantas aja, dari kemaren pas diceritain pertama soal rencana si boss david mu bawa dua orang karyawan ke aussie, rasaku was-was...
apalagi papap menjadi pilihan yang terakhir...
bukankah itu berarti, jika kandidat lainnya masih bisa memilih opsi untuk menolak- papap lah satu-satunya harapan? deuh, macam salah satu fungsi BI ajah... :D

dan tadi siang pun, pas di WTC lantai dua ada bazaar, aku sempet naksir jaket NIKE yang kayaknya pasti angeeettt kalu dipake... dan pikiranku pun langsung ke papap- karena rasanya ko cocok yaa? :D

lalala... dasar firasat...

so, jadilah nanti sebulan kembali jarak bertambah di antara kami...
tak apa...
aku masih ada di sini kok yaa...

yang terpenting adalah memanfaatkan kesempatan yang ada...
melakukan yang terbaik...

dan tentu saja, pulang tepat waktu yaa...
karena apapaun yang terjadi, Allah selalu tepat waktu... :)

July 22, 2009

Papap diampuni :-*

baiklah, Papap diampuni...

next time better ya hun...
jangan lagi-lagiiii...
biar aku juga gak uring-uringan teruuuusss... :D

Papap diampuni...
because I do know that you love me much :-*

 
http://www.emocutez.com
http://www.emocutez.com
http://www.emocutez.com