wibiya widget

September 30, 2009

andai aku kaya

Karena aku suka kepolosan dan keceriaan mereka yang tanpa rekayasa...
**
Andai aku kaya, suatu saat nanti, aku ingin memiliki sebuah sekolah
Sebuah Taman Kanak-kanak yang akan kuurus setelah aku pensiun dari pekerjaanku yang kini masih kumiliki
Konsepnya? Sedang dalam pemikiranku... Hehehe...
Melihat mereka setiap hari
Mendengarkan suara riang mereka tiada sepi
Ah, indahnya...
Riuh yang penuh warna dan berona ceria
Tuhan, jadikan aku orang kaya yah untuk bisa mewujudkan impianku ini... Amin :)
**

make a baby yuk yuks! :D

Merupakan salah satu prioritas jangka panjangku...
**
Karena pada dasarnya sudah menyukai anak kecil, senang bermain dengan mereka, bahkan pernah bercita-cita ingin menjadi seorang guru TK, rasanya perempuan seumuranku kini sudah pantes kan yah memiliki keinginan untuk mempunyai seorang anak? :D Yeah, meskipun memang harus menikah terlebih dulu untuk mendapatkannya...

Seorang anak kandung, maksudku. Biar gak melulu cuma pilih-pilih baju lucu buat para keponakan dan sepupu kecilku... Biar gak hanya kepingin dan iriiiii tiap kali tau ada temen perempuan yang positif hamil, dan bahkan sudah melahirkan... Huks, pingin banget ngerasain kerepotan-kerepotan itu! Menikmati peran sebagai seorang Ibu. Hehehe.

Dan aku selalu takjub juga dengan temen-temen yang keukeuh tetap memberikan ASI eksklusif buat anaknya. Awesome!

Bercita-cita pingin bisa ngurus anak sendiri... Dan berandai-andai ingin bisa menjadi seorang perempuan yang "tak-perlu-ke-kantor-untuk-bekerja". Haha, hari ini bener-bener banyak yang kulamunkan yah? :P

Anak-anakku kelak boleh memanggilku bunda, mama, ibu, mamam, momi, mummy, bubun, atau bahkan memanggilku dengan namaku. Silakan dia bisa memilih Ayu, Ay, Yupi, Yoep, Yay, Wahyu, Pita, atau Yayu. Huaaaaa... really wanna be Mother!

Yuk ah, make a baby, darling... :D
**


fly me to the love

Sentuhlah dia tepat di hatinya, dia kan jadi milikmu selamanya...
Ah, lirik lagu milik Ari Lasso ini susah dicernanya... :D

** Tau tidak?
Cara mudah untuk membuatku makin penuh mencintai adalah cuek
Yuhui, karena sejujur-jujurnya, dari dasar lubuk hatiku yang paling dalam, aku paling takut dicuekin! Hahaha... Kalu kamu, bagaimana? :P
Eih, bukannya ini jadi mirip permainan "kejar daku, kau kutangkap?" Hehehe...
Yuk ah ah aaahhh... temukan caramu sendiri yaa dalam mencintai seseorang :)

Kalu aku memang suka sekali ngambek dan cemburuan :P

Tapi dia juga nyebelin!
Um, yang ngambekan yang dikangenin, yang nyebelin yang dikangenin...
Ahay!

Fly me to the love...
**

his bride

Menjadi prioritas jangka pendekku...
**
Dearest Mama, I wanna be his bride...
To complete your happiness, really...
I love him
And I love you very much...
Please?
**

jika kita tua nanti

Gimana yaa kalu Nenek cemburu pada Kakek? Dan sebaliknya? :D
**Yang jelas aku sudah punya bekal cerita buat anak dan cucuku kelak, hehehe...
Tapi kalu sifat dasarku yang pencemburu, kira-kira bagaimana ya nantinya? :D
Hmm...
Semoga menjadi masa tua yang bahagia...
Ups, harus sukses dulu menjalani masa muda!
Terpenting lagi berdoa semoga Tuhan mengijinkan umur mencapai masa tua
Amin...
Oia, satu lagiii!
Apakah kelak aku akan menjadi Nenek narsis yang gemar sekali difoto? Hahaha...
Just wondering... menghapus kebosanan di antara jam kantor- ups!
**

karena kangen bali

I will come to you...
**Selalu suka melihat lelaki Bali menggunakan ikat kepala putih itu
Selalu suka melihat perempuan Bali menggunakan kebaya dan kain khas Bali itu
**

September 29, 2009

pejuang cinta #1: long way, long story

Kami pulang menjemput restu…

Mari, kuceritakan tentang perjalanan ini…

**

Kamu akhirnya sampai kembali di rumahku- setelah satu tahun telah berlalu. Hmm, perilaku jalan pada saat lebaran. Macet dimana-mana (kecuali Jakarta kurasa). Kamu berangkat dari Matesih sekitar pukul 07.00 WIB (aku tau kamu kesiangan bangun), menuju Jogja menggunakan sepeda motor milik Mama Nurul yang selanjutnya kamu titipkan di terminal Giwangan-Jogja. Dan bertolaklah kamu kemudian menuju ke Purwokerto menggunakan bus Raharja dalam waktu kurang lebih 7 jam. Fiuuh, itu bener-bener macet total dan membuatku makin gak sabar nungguin kamu.

Aku agak khawatir ketika kamu cerita, tak ada lagi tempat duduk kecuali di samping pak supir. Hehehe, kamu bilang seperti menjadi pemandu wisata. Darling, kamu baik sekaliiiii. Hatiku seketika melonjak kegirangan waktu kamu memberi kabar telah sampai di mulut gang rumahku. Sebentar sayang, aku jemput kamu ke sana yaa…

Aku melihatmu bahagia bisa kembali melihatku. Ah sayang… aku kangen sekali…

**

Pembicaraan dimulai. Aku lega banget saat mengetahui fakta bahwa Ibuku bersedia menjumpaimu dalam kedamaian. Tidakkah terdengar sebagai kabar gembira? Aku, kamu, Bapak dan Ibu mulai terlibat dalam cerita yang meskipun didominasi oleh Bapak- telah sanggup membuatku merasa bahagia. Darling, kuharap untukmu demikian pula…

Tahukah kamu?

Aku seneng banget pas kamu memberanikan diri mengutarakan isi hati, niat tulus dan rencanamu pada keluargaku. Atas kita. Untuk kita. Meski kutundukkan pandanganku, dalam hati aku merasa sangat tersanjung…

**

Kamu diijinkan untuk membawaku menuju ke rumahmu. Tuhan, terima kasih. Meski sempat terlibat beberapa kali selisih opini, aku dan kamu melaju menuju Matesih pada hari itu juga, satu hari yang sama di saat kedatanganmu. Yuhui, cukup aku dan kamu. Hehe, kalu adikku kan masih bisa lain waktu :P

Bus Joglosemar yang belum lama ini beroperasi menjadi tujuan kami yang pertama. Ups, udah hampir jam 6! Untung aja dianter oleh Bapak. Haha, sesampainya di sana, ternyata itu bus belum nongol juga. Selain kami, ada satu gerombol calon penumpang. Tapi setelah Bapak dan Riska pulang, kami berdua berunding. Dan memutuskan untuk menelepon taksi, menuju ke terminal Purwokerto, mencari bus dengan jadwal terdekat. Kenapa? Karena si Joglosemar belum jelas akan datang jam berapa. Huhu.

**

Berhasil. Kami mendapatkan bus Raharja masih terparkir manis di tempatnya. Dan mendapati tempat duduk yang sempurna. Perjalanan segera dimulai. Kami bersiap menjemput restu…

Mulai dari tak hentinya saling mengucapkan terima kasih, beradu jempol, bermain “gunting, batu, kertas” sampai dengan bercerita dengan hati yang tenang, semua kami lakukan dengan bahagia. Inilah malam kami. Malam yang panjang bagi kami berdua, berbeda dari yang sebelumnya pernah tercipta.

**

Jogjakarta, Kamis pukul 12 malam kami sampai pada persinggahan kami yang pertama. Fiuh, lelah juga. Perut kami pun lapar. Mampir sebentar ke McD, kami lalu berkeliling mencari tempat penginapan. Sengaja, kami gak kasih kabar kepada teman-teman di Jogja. Tapi Jogja malam itu terlalu padat. Seluruh hotel dan losmen yang kami datang selalu tertempel “kamar penuh” di pintu atau kacanya. Hm… pantat kami terasa panas. Mata kamipun terasa mulai berair terlalu lama terkena angin malam.

**

Kami putuskan untuk pergi ke Solo, saat jam tanganku menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Wow, berarti sekitar dua jam kami berputar kota Jogja hanya untuk mencari penginapan, dan gagal. Musim liburan membuat semuanya padat. Dan kami terpinggirkan oleh keadaan.

Kamu paksakan diri mengendarai motor menuju ke Solo hanya karena gak mau melihatku terlalu kecapean. Sayangku, aku sempat menitikkan air mata ketika tahu betapa aku yakin kamu mencintaiku dengan penuh… Dan jalanan gak begitu ramai. Tapi udara dingin benar-baner membekukan diriku. Sampai kaku. Sampai sempat mati rasa. Sampai kemudian gak ngerti lagi harus gimana kecuali bertahan. Rute Jogja-Solo menjadi terasa sangat panjang buatku. Jalanan seperti gak punya ujung. Tapi hebat, kamu tetap dengan tegar dan fokus dalam kendalimu…

Satu jam kemudian, udara dini hari kota Solo menyambut kami. Berputar kembali mencari penginapan, akhirnya mas-mas di hotel (ah aku lupa namanya) berbaik hati mengantarkan kami ke hotel yang masih memiliki kamar kosong malam itu. Ah baiknya…

Seperti gak pernah melihat tempat tidur selama bertahun-tahun, aku tertidur dengan pulas menemui mimpi…

**

Kamis pagi kami bertolak menuju Matesih. Solo, Karanganyar, Matesih. Alhamdulillah, meski panas dan berdebu, kami bertahan dan sampai di rumah dengan bahagia. Keluarga sudah menanti, meski dikira baru akan tiba sore harinya.

Dan aku mencintai keluarga hangatmu itu. Ibu yang selalu ingin memelukku dengan lembut. Bapak yang meski irit bicara, juga selalu melihatku dengan mata teduhnya. Aih, Nurul yang menjadikan aku sebagai tante kesayangannya. Tuhan, aku sangat bersyukur karenanya.

Sayangnya, tak ada menginap di rumahmu saat itu. Aku harus pulang. Dan kita harus kembali melanjutkan perjalanan yang panjang ini.

**

Matesih-Jogja kami lalui dengan kembali menggunakan sepeda motor. Arus lalu lintas kamis sore itu lumayan padat. Memasuki hari dimana arus balik sudah dimulai. Gunung Merapi tampak sedang menunggu kami dengan manisnya. Dan tepatlah kami di terminal Giwangan, beberapa saat sebelum bus Efisiensi jadwal terakhir akan membawa kami menuju ke Purwokerto.

Kali ini badan jauh lebih letih dibanding kemarin. Kami tertidur hampir setengah perjalanan. Macet. Kami membutuhkan waktu kurang lebih 6 jam untuk mencapai Purwokerto. Namun perjalanan kami pun tetap terisi oleh senyum, bahagia meski sesekali terselipi oleh harapan-harapan. Dan rasa perih?

Bapakku masih menunggu pada saat kami tiba di rumahku. Dan kuberikan kamar tidurku untukmu malam itu, seperti biasanya. Selamat tidur, Sayang…

**

Keesokan paginya, aku antarkan kamu ke terminal. Bapakku pergi ke proyek pagi-pagi dan Ibuku pun telah berlalu ke kantornya. Maaf ya sayang, untuk ketidaklengkapan pagi itu. Aku ajak kamu untuk beli oleh-oleh buat Ibu dan orang rumahmu. Tempe mendoan, telur asin dan mino (mini nopia). Maaf lagi ya sayang, aku nganterin kamu pake angkot… soalnya masih gak bisa naik motor apalagi nyetir mobil.

And I really hate to say good bye… huks. Saatnya untuk kembali berada pada orbit masing-masing.

**

Lebih dari semua itu, aku berterima kasih sekali padamu. Badanku aja pegel gak karuan- apalagi milikmu? Hatiku aja campur-campur macam es campur- apalagi punyamu? Maka yang akan kulakukan adalah melanjutkan ini semua. Setelah ini. Seterusnya. Bersamamu.

Satu langkah sudah bisa kita lakukan, maka akan kita tapakkan yang berikutnya!

Kamu adalah pejuang cinta #1.

Macam yang Keenan (Perahu Kertas by Dee) bilang, inilah: “Bulan, Perjalanan, Kita”

Jangan kapok ya sayang…

I love you tidak terkira…

[sebagai bekal cerita untuk anak dan cucu, catatan singkat perjalanan Matesih, Solo, Jogja, Purwokerto, Jogja, Solo, Matesih pada 1430 H]

from this moment

Kita akan melanjutkan perjalanan ini- bersama...
**
From this moment by Shania Twain
(I do swear that I'll always be there.

I'd give anything and everything and I will always care.
Through weakness and strength, happiness and sorrow,
for better for worse, I will love you with
every beat of my heart.)
From this moment life has begun
From this moment you are the one
Right beside you is where I belong
From this moment on

From this moment I have been blessed
I live only for your happiness
And for your love I'd give my last breath
From this moment on

I give my hand to you with all my heart
Can't wait to live my life with you, can't wait to start
You and I will never be apart
My dreams came true because of you

From this moment as long as I live
I will love you, I promise you this
There is nothing I wouldn't give
From this moment on

You're the reason I believe in love
And you're the answer to my prayers from up above
All we need is just the two of us
My dreams came true because of you

From this moment as long as I live
I will love you, I promise you this
There is nothing I wouldn't give
From this moment
I will love you as long as I live
From this moment on

September 28, 2009

kesukaan memotret adik semata wayang

Karena dia adalah fotomodel tercantikku ;)
**
Ini satu dari sekian banyak jepretan yang kuhasilkan. Aku menyukainya. Aku suka dengan ekspresinya, serta spontanitas yang tercipta. Pose nya memang disengaja, tapi pas ngambil gambarnya aku agak buru-buru dan gak sengaja udah kejepret ;)

Kuperkenalkan, adik semata wayangku: Riska Arini

open house

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1430 H :)
**
Kepada semua kawan yang pernah berkunjung kemari, mohon dimaafkan yaa atas semua konten yang ada di rumah saya ini yang mungkin menimbulkan luka di hati...
Dan terima kasih sudah berada di sini untuk mengunjungi rumah saya dan menjalin jaring persahabatan yang indah :)


Dengan senang hati dan tangan terbuka saya menunggu saran dan kritik dari semua agar rumah ini makin semarak dan dipenuhi cinta yang bermakna.

Maaf kalau saya telat mengadakan open house, soalnya disibukkan dengan Lebaran dan mudik, hehehe...
Lagipula ada kesalahan teknis yang menyebabkan saya gak bisa menunggu rumah dengan manis.

Bunch of loves,

aiyuu

September 16, 2009

bertahan

Aku sering mendengarkan kamu menyanyikan ini untukku...

Darling, bukan kamu yang akan bertahan- melainkan kita...

**

Rio Febrian – Aku Bertahan

sedih ku tahu kini perasaanmu kepadaku

sedih saat kau tak yakin kepadaku

akan cintaku


jalan berliku takkan membuatku

menyerah akan cinta kita

tatap mataku dan kau kan tahu

semuanya yang ku rasakan


reff:

aku bertahan karna ku yakin cintaku padamu

sesering kau coba tuk mematikan hatiku

takkan terjadi yang aku tahu kau hanya untukku

aku bertahan ku akan tetap pada pendirianku

sekeras kau coba tuk membunuh cintaku

yang aku tahu kau hanya untukku


tatap mataku dan kau kan tahu

semuanya yang ku rasakan


repeat reff


oooww

aku bertahan ku akan tetap pada pendirianku

sekeras kau coba tuk membunuh cintaku

yang aku tahu kau hanya untukku

September 15, 2009

suka mengucapkan ini ;)

Belajar menjadi partner bagi kekasihku...
**
Ini usahanya. Bukan milikku melainkan miliknya. Aku hanya bertindak sebagai sales marketing dalam memasarkan produk-produknya juga memperluas jaringan usaha. Biar bisnis ini makin berkembang dengan oke.


Silakan cek jualan kami di Red Brick Design bagi yang suka dengan gaya santai tapi tetap dengan desain yang oke. Silakan pula langsung hubungi aku bagi siapa saja yang memerlukan pulsa dalam waktu yang cepat dan harga yang lebih murah dibanding dengan warung pulsa sebelah. Hehehe...

Dan titik terpenting dari tulisan di atas adalah sebuah pesan moral...
Bahwa seorang kekasih bukan saja hanya berfungsi sebagai partner dalam bercinta :D
Karena hidup terdiri dari aku dan kamu- inilah saatnya menjadikannya satu dalam warna senada...

Aku suka mengucapkan ini:
Terima kasih, senang berbisnis dengan Anda! :)

Darling, yuk giat memajukan usaha ini... Love you!

aku dan mereka

Mereka bukan keluargaku, namun menyayangiku layaknya keluarga...
**
Tiap lebaran membuatku kembali harus menyiapkan hati. Karena kemungkinan besar, mereka akan pergi meninggalkan aku. Dan gak balik lagi ke rumah kuning kami. Huks. Mulai dari Leni, Udin, Rohmat, Teteh, Uus, juga Ardi. Lebaran kali ini pun... aku harus mempersiapkan hati.

Barusan, bu Ijar cerita kalu besok mu mudik. Dan kembali atau enggak, masih belum diputuskan. Dari nada suaranya sih... kemungkinan besar gak akan balik. Huks. Padahal ibu ini baiiikk banget! Sama baiknya dengan Leni. Mereka berdua sama-sama pernah merawatku pas sakit lama. Huhuhu... mereka juga bisa menjelma menjadi temen curhat yang nggak rewel. Dan Herlina. Aku memang gak begitu deket sama dia. Tapi rasanya juga sedih pas tau dia gak bakalan balik lagi ke rumah kami setelah lebaran nanti. Satu per satu... satu per satu mulai berlalu...

Yah, mungkin inilah hidup yah? Silih berganti. Pun dengan orang-orang di dalamnya. Yang jelas aku bakalan kangen kangen kangen banget sama mereka... seperti halnya aku udah kangen duluan sama Leni, Udin, Rohmat dan Teteh...

Semoga semuanya dalam lindungan Allah yah...
Amplop putih tadi cuma satu wujud kecil yang aku harap mampu membahagiakan dan menyuburkan kasih sayang...
**

September 14, 2009

perahu kertas dari mita dan upik

Happy belated birthday to Aiyuu...
**
"Mita, aku pingin beli deh bukunya Dee yang baru ituuu... Perahu Kertas! "
" Eih, jangan... "
"Loh, kenapa jangan? Duh, aku pingin beli, beli beliii... Tar sore ah cari ke Gramedia... "
" JANGAANN!! "
**
Hari ini, setelah masa istirahat berakhir, Mita dan Upik mendatangi mejaku. Hm... Memberikan bingkisan berwarna hijau itu untukku. Seperti kotakan buku. Dan ya, aku bisa merasakan bahwa itu pastilah sebuah buku...
Sambil tak berhenti menerka, dalam pikiranku terlintas Perahu Kertas. Mungkinkah?
Tarraaa!!! BENAR!! Itu buku yang sama dengan yang ingin kubeli...
Olala... Ternyata Mita memang sudah membelikannya buatku- beberapa hari sebelumnya, sebelum perbincangan kami siang tadi...
Sehatinya kita ya Mit... Hehehe...
Dear God, you' re so cooolll... ;)
Ini sebuah kejutan yang sangat menyenangkan!Maybe that' s all that we need is to meet in the middle of impossibilities
Standing at opposite poles, equal partners in a mystery...
**

Ai

Karena cinta tak pernah lelah menanti...
Seperti kita, milik kita...
**
Suka, aku suka kado ini yang dari kamu...Kita sudah ditakdirkan untuk bersama selamanya, kau dan aku...
**

great weekend

“Hney, aku dah di bandara… Udah check in. Jam 10 ntar boarding. Udah ga sabar, hehe… Kmu hr ini kemana? “

“ Syukurlah… Ciee huniekuu… Udah ga sabar mu ketemu siapa nii? Aku juga :P “

“ Siap2 boarding ya hun… ;) Bismillahirrohmaanirrohiim…Hati2 ya hun… Love you… Ups, pe ketemu di Indo… :P “

** Dia masih gak nyadar, kalu aku juga lagi ada di bandara. Soekarno-Hatta Cengkareng Jakarta penerbangan pukul 09.35 WIB, setara dengan dia dari Perth pukul 10.45 am. Hehehe…

“ Hunieku, klu dah sampai, kbrin yaa… Soalnya aku juga dah sampai, jd kita musti pulang ke kosan sama2. Hehe. Percaya atau tidak, aku ada di Ngurah Rai… ;) “

“ Cari cewek berbaju merah yaa… Klu tetep ga percaya aku ada di Bali, tlp aku pap… :)“

“ Just landed… Hehehe. Tunggu ya hney… “

** Hapeku bergetar. Hmm… Dia menelponku. Dan gak percaya kalu aku memang udah ada di sana. Hehehe, kejutanku sukses! :D

Inilah yang kusebut sebagai great weekend. Ketemu dengan orang-orang yang ramah dan bersahabat, satu bukti nyata kalu Indonesia memang negeri yang nyaman. Pagi hari, aku naik taksi yang supir taksi ternyata berasal dari Jatilawang (satu kabupaten denganku alias rumpun ngapak-ngapak juga, hehehe). Pas lagi nunggu di Ngurah Rai, awalnya aku duduk di depan salon Oasis, di terminal kedatangan internasional. Hm… ada dua orang tour guide yang akhirnya menjadi partnerku ngubrul selama kurang lebih 30 menit. Pertanyaan2 standar sih dan dengan santai aku bilang: “ Saya baru dateng dari Jakarta, ini nunggu suami saya pulang dari Perth. “ Sssttt, ini salah satu caraku yang paling ampuh untuk meminimalisasi lelaki iseng :P

Dua jam menunggu, aku memilih untuk nyalon di Oasis. Pegawainya yang jaga saat itu cuma 1 orang, dan dia cowok. Hehehe. Kupilih untuk creamnbath dan foot massage. Sepi. Adem. Dan full musik lah. Jadinya nyamaaannnn. Ngubrul lah aku bareng si mas-mas itu layaknya kawan lama. Tapi aku lupa nanya siapa namanya :D Padahal aku udah sampai tau kalu dia anak ke 4 dari 9 bersaudara, asal dari Singaraja, usia 23 tahun dan mahasiswa D1 ilmu komputer di salah satu universitas swasta di Bali. Lalala… gak berasa loh di pengumuman aku denger si mbak-mbak itu bilang kalu Jetstar Flight 119 from Perth has just arrived. Yayy!! Itu dia! Itu dia!

** Maka inilah weekend yang menyenangkan itu. Aku berhasil melihat wajahnya yang bahagia. Aku sukses memberikan kejutan manis ini untuknya. Tak ada pantai hari itu. Tak ada pasir putih sore itu. Ya, cokelat dan mug itu telah cukup membuatku lebih dari sekedar dihargai…

Till we meet again, darling… I love you!